Senin, 22 November 2010

Menumbuhkembangkan Minat Baca Masyarakat Desa melalui Perpustakaan Desa

Di Kabupaten Wonosobo dari informasi yang ada untuk tahun 2009 dari 264 desa dan kelurahan, hanya ada 58 perpustakaan desa dan kelurahan, salah satu perpustakaan desa dan kelurahan yang ada adalah Perpustakaan "Al - Madani " Desa Blederan Kecamatan Mojotengah yang didirikan pada tanggal 1 April 2008 yang menempati salah satu ruang di komplek Kantor Desa Blederan. Dengan berdirinya Perpustakaan " Al - Madani " dapat dijadikan wadah warga masyarakat untuk menyalurkan minat bakat dalam rangka pengembangan potensi yang ada. Tahun 2008 dan tahun 2009 Perpustakaan " Al - Madani " meraih juara II dan Juara III lomba perpustakaan desa tingkat Kabupaten Wonosobo, hasil yang dapat diraih tidak terlepas dari upaya dan kerja sama pengelola dengan dukungan Pemerintahan Desa Blederan.

Sejalan dengan perkembangan jaman dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi informasi, dimana tuntutan kehidupan yang semakain komplek, sebagai warga masyarakat dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan jaman tersebut. Adapun tuntutan jaman tersebut antara lain masyarakat dituntut mampu meningkatkan dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki untuk ikut berperan secara aktif dalam pembangunan dan peningkatan Sumber Daya Manusia yang ada baik untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun masyarakat.

Berkenaan dengan hal tersebut perpustakaan merupakan salah satu alternatif sebagai sarana untuk penggalian dan pengembangan potensi yang ada pada masyarakat. Keberadaan perpustakaan desa sangatlah penting, sebagai salah satu sarana yang amat efektif dan efisien bagi warga masyarakat desa untuk mendapatkan informasi dan mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat membutuhkan sarana dan sumber belajar, bukan saja untuk meningkatkan pengetahuan akan tetapi juga untuk meningkatkan mutu kehidupan. Melalui kegiatan membaca dan pengembangan minat bakat, perpustakaan sebagai sarana untuk menyediakan bahan pembelajaran yang dibutuhkan masyarakat, diharapkan akan melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan terciptanya sumber daya manusia yang trampil, handal dan berkreatif serta berkepribadian Indonesia.

Dari 58 perpustakaan desa dan kelurahan yang ada belum didukung dengan administrasi yang memadai, ruang baca yang layak dan persediaan buku yang masih seadanya. Tapi kita tidak boleh pesimis dengan kondisi tersebut, Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Wonosobo mencoba mengurai keterpurukan ini dengan mengambil peran dalam mengembangkan perpustakaan di desa-desa diarahkan dan dikembangkan agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat sehingga perpustakaan desa dapat menjadi daya tarik tersendiri dan warga masyarakat dapat mengapresiasikan minat dan bakatnya sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Apabila kita ingin memajukan masyarakat lewat membaca maka basisnya adalah desa, terutama di era otonomi daerah saat ini. Pendirian perpustakaan di daerah pedesaan dapat dijadikan solusi untuk menjawab tantangan kehidupan yang ada. Dengan membaca, masyarakat akan bertambah wawasannya untuk mengikuti perkembangan jaman yang ada. Upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan pemenuhan bahan bacaan sudah seharusnya menjadi agenda utama dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa selain usaha-usaha pemerintah lewat dunia pendidikan. Tanpa campur tangan dari pihak pemerintah, maka upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan pemenuhan bahan bacaan akan berjalan tersendat-sendat.

Upaya-upaya yang perlu dilakukan agar perpustakaan desa lebih dikenal masyarakat, pengelola dan tentunya dibantu perangkat desa dan lembaga desa harus terjun langsung di tengah-tengah masyarakat untuk mengenalkan dan mempromosikan keberadaan perpustakaan, koleksi buku-buku yang ada dan sarana perlengkapan yang lain yang ada di perpustakaan. Pengenalan perpustakaan dapat dilakukan melalui pertemuan-pertemuan selapanan lembaga desa dan pertemuan-pertemuan masyarakat lainnya.

Menumbuhkembangkan minat baca masyarakat yang berada di desa perlu diwujudkan dalam bentuk gerakan nasional yang terencana dan terstruktur secara baik dan terus menerus yang tentunya membutuhkan kepedulian semua pihak, baik pemerintah dan juga masyarakat. Tanpa dukungan dari semua pihak, maka harapan kita untuk membudayakan gemar membaca di masyarakat pedesaan hanya akan menjadi bahan perenungan semata.

Selasa, 26 Oktober 2010

MENUNGGU HASIL LOMBA

Harap harap cemas.........!!!!!!!!!!!!!!!!! itulah yang dinantikan perpustakaan al madani seiring belum diketahuinya hasil lomba perpustakaan tingkat propinsi, menyikapi hal itu pengurus perpustakaan al madani tetap optimis dapat meraih hasil yang terbaik... banyak dari pengunjung yang menanyakan ''juara piro perpustakaane areng lomba propinsi'' sebagai pengurus perpustakaan saya hanya bisa menjawab, masih menunggu hasil lomba......





THE WINNER AL MADANI

Kamis, 21 Oktober 2010

KOLEKSI JUARA

pada tahun 2008 perpustakaan al madani menyabet gelar juara 2 lomba perpustakaan tingkat kabupaten, pada periode berikutnya tahun 2009 perpustakaan al madani menyabet gelar ke3.. meskipun mengalami tingkat penurunan dalam meyabet gelar juara tetapi perpustakaan al madani tetap eksis dalam melayani pengunjung sampai kapanpun, ini terbukti dengan ditunjuknya perpustakaan al madani oleh perpustakaan daerah wonosobo untuk mewakili lomba perpustakaan tingkat propinsi. adapun penilainya sudah di laksanakan pada tanggal 12 oktober 2010 dan hasilnya masih belum diketahui, semoga saja perpustakaan al madani dapat meraih juara 1 dalam lomba tingkat propinsi AMIIIIIIN...


CAAAAAAAYOOOOO AL-MADANI

Rabu, 20 Oktober 2010

PESAN PENGUNJUNG

alhamdulilah perpustakaan al madani telah dinilai tim dari perpustakaan jawa tengah, apapun hasilnya semoga yang terbai aja heeeeeeheeeeeeeeeeeeeeeeee......... saya sebagai pengunjung setia perpustakaan al madani hanya bisa mendoakan saja SEMOGA MEEEEEENANG.

Senin, 18 Oktober 2010

BRAVO AL-MADANI

semoga menang dalam lomba perpustakaan tingkat propinsi

Rabu, 13 Oktober 2010

Lomba Perpustakaan Desa / Kel Tkt Propinsi

Pelaksanaan penilaian lomba perpustakaan desa / kelurahan tingkat Propinsi Jawa Tengah di laksanakan pada tanggal 12 Oktober 2010. Tim Penilai lomba terdiri dari enam orang dari Badab Arsip dan Perpustakaan Jawa Tengah dan juga dari unsur pustakawan dan lsm tingkat Propinsi Jawa Tengah. Beberapa kelebihan yang di milki perpustakaan Al Madani adalah tersedianya pelayanan internet dan pengoperasian melalui komputer oleh pihak pengelola perpustakaan. Adapun kelemahan yang perlu diperbaiki adalah penyempurnaan data dalam grafik dan angka.

Senin, 11 Oktober 2010

AL-Madani maju ke TK Propinsi Jateng

Perpustakaan Al Madani Desa Blederan Kecamatan Mojotengah Kabupaten Wonosobo mendapat kepercayaan dari tingkat kabupaten untuk untuk mewakili lomba perpustakaan desa / kelurahan tingkat Propinsi Jawa Tengah tahun 2010.
Penilaian akan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2010 oleh Tim Penilai Tingkat Propinsi Jawa Tengah. Hadir dalam penyambutan Tim Penilai antara lain : Bapak Sekcam Mojotengah Drs. Bagiyo Sarastono mewakili Camat Mojotengah, Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Anggota BPD, Pengurus LPMD, TP. PKK, Kader Posyandu dan Perwakilan RT dan RW di wilayah Desa Blederan.